Tuesday, February 22, 2005

bingung.........

Entah bermula dari mana setan, nafsu dan angkara itu menjelma,

tanpa dapat ku terka dan tanpa kuasa kuhindari

Pecah sudah gelas kaca itu, gelas yang telah lama retak disana sini

Tak elak lagi satu sentuhan rapuh pun bisa menghancurkannya

Tak dapat kukenali diriku dan perasaanku saat ini

Yang ada hanya rasa sesak di dada

Air mata yang lama tlah ku sembunyikan

Kini tak kuasa lagi ku bendung

Ku berjalan tak tentu arah dengan mata berkaca-kaca

Menelusuri jalan tanpa tujuan pasti

Lalu entah bagaimana mulanya hingga kusampai di bangku itu

Memuntahkan segala amarah, kebencian, kesedihan, kerapuhan, kepapaan yang telah lama ku coba tepiskan coba tak perduli

Friday, February 18, 2005

Karena Setiap Kita Adalah Mutiara

Somebody asked me “why I am too precious to loose? I’m not too smart, what do you mean with it?”

If I remember that question, then it drag me to a reality that is rarely seen by people in general that every human has their own potential and it is important to see that academic intelligence does not solely measure someone’s smartness. It seems easy today to find someone with a good academic intelligence but it’s hard to find someone who emotionally, socially and spiritually smart. So just be confident that God will never create us without any potency and special quality.

Sometimes, when I’m in the confidence crisis by condemning myself for having lots of weaknesses, reading this article is very helpful to me. This article helps me to make my self confident grow and give me a new spirit to positively face the reality of life.


Karena Setiap Kita Adalah Mutiara

Ia nya menjadi indah
Oleh pengorbanan menjemputnya
di palung samudera juga oleh waktu yang membentuknya
Seperti dirimu yang juga indah
Oleh pengorbanan yang kau baktikan Pada sesama
Sungguh engkau indah Karena engkau adalah Mutiara

Mutiara. Awalnya ia bukan apa-apa. Hanya butiran pasir dan debu kotor yang tak ada harganya. Waktu yang kemudian membentuknya: detik demi detik, di kedalaman samudera, dalam kegelapan cangkang makhluk-Nya. Dengan proses yang demikian panjang dan pelan, penuh kesabaran. Pun kemudian, keindahannya juga tak dapat segera dinikmati begitu saja. Karena ia harus dijemput di kedalaman lautan, dikeluarkan dari rumahnya yang kokoh dan dibersihkan, disepuh dan diolah hingga menjadi perhiasan istimewa. Sungguh sebuah proses yang panjang dan melelahkan, bahkan bukan tidak mungkin terhenti di tengah jalan.

Mungkin engkau pernah merasa dirimu bukanlah apa-apa saat ini. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, engkau membenci dirimu sendiri, sebagai manusia tak berguna, makhluk sia-sia. Begitu banyak kekurangan, begitu banyak kesalahan dan keburukan. Apalagi ketika kau melihat orang lain yang nampak begitu sempurna dan memiliki begitu banyak kelebihan, rasanya engkau makin ingin tenggelam. Mengapa orang lain memiliki begitu banyak kelebihan sedang aku tak memiliki apa-apa kecuali kekurangan? Mengapa aku buruk sedang orang lain cakep? Mengapa orang lain berhasil dan aku selalu gagal? Mengapa orang lain kaya dan aku miskin? Serta beribu 'mengapa' lainnya yang akan membuat kita kecewa dan terluka, serta terpaku pada kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

Padahal, saya percaya, setiap kita tahu dan yakin, bahwa Allah tidak mungkin menciptakan makhlukNya hanya dengan kekurangan saja atau kelebihan saja. Hanya dengan madharat saja tanpa manfaat atau sebaliknya. Pun kita manusia, pastilah memiliki keduanya dalam porsi yang imbang. Dia yang maha kuasa membekali manusia dengan segala kelebihan, menjadikan setiap insan memiliki keistimewaan. Hanya saja proses hidup yang kita alami mungkin telah membuatnya hanya menjadi potensi terpendam, tak muncul ke permukaan, bahkan mungkin ia, sekalipun ia pernah muncul di masa kecil kita, kemudian terkubur oleh segala tekanan dan rintangan.

Padahal, ibarat mutiara, kita tak dapat menjadi berharga begitu saja. Kita butuh waktu untuk membentuknya. Kita butuh proses panjang untuk mendapatkan keindahannya. Dan proses ini, butuh ketelatenan dan kesabaran.

Ya, sesungguhnya setiap kita adalah mutiara yang memiliki pancaran keindahan kita masing-masing, seperti apapun adanya kita pada awalnya. Kita hanya harus menyepuhnya untuk membuatnya menjadi berharga. Dan proses menyepuh ini, banyak cara dan jalannya.
Rintangan, hambatan, pengalaman, pembelajaran, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain, tidak akan menjadi masalah. Karena pada dasarnya kita adalah mutiara. Kita hanya harus berusaha semaksimal kita, membuka mata, buka telinga dan buka hati. Hanya satu awal yang perlu kita lakukan: itikad dan keyakinan untuk menjadi mutiara. Sungguh saya ingin menjadi mutiara, melalui berbagi dan berbakti pada sesama. Engkau? Menjadi mutiara seperti apa yang engkau inginkan?
Hopefully, everybody who has opportunity to read this article will gain new and optimistic inspiration to not always burry ourselves in the desperation vale. Me myself is still in this hard process of trying to be more optimists…….

One thing that I should believe is that God will help me to realize it, if I’m wholeheartedly try to pursue it…Insya Allah….

Wednesday, February 16, 2005

It's ok....

Hadirmu ternyata hanya tuk memporak-porandakan hatiku
yang memang dari mula sudah terkoyak
Bagai tuhan yang punya kuasa tertinggi
Kau mulai penggalan cerita ini
Kini pun kau yang mengakhiri semuanya


Hadirmu ternyata hanya tuk menyapa
Tanpa kesungguhan tuk singgah
Ketika pelan-pelan dan susah payah
Ku coba membuka pintu yang kuncinya telah lama mengarat ini
Kau menghindar dan memilih membelokan arahmu

Mana bisa kau meyakinkanku
Ketika kau sendiri enggan untuk meyakinkan dirimu sendiri
Mana bisa ku bersandar padamu
Ketika kau sendiri tak rela untuk dijadikan tempat bersandar

Tuesday, February 15, 2005

Thanks…….

Friends are like ballons
Once I let them go
I can’t ever bring them back
So I’ll put them tightly in my heart….

It seems easy to find another ballon but
It’s impossible to get the same ballon as the previous one
With the same colour and size…

How lucky, alive n whorty my life is
Having lots of friends who always support me
Wherever, whenever and whoever I am

Thanks friends…..
For always bring new colour in my life
For always cheer me up when I’m down
For being good listeners when I need someone to share with
For being understanding partners in happiness and sadness

Wednesday, February 09, 2005

VACATION.....

Plong rasanya…..
Sesaat melepaskan diri dari jajahan aktivitas yang mekanis
Sedikit memberi warna lain dalam hidup
Subhanallah ….it’s so beautiful
Diseparuh malam dalam perjalananku ke jogja dalam rangka diverting attention from tough day n life
Isyarat alam memancarkan berjuta makna keindahan
Hamparan bintang di langit berpadu kontras dengan gelap dan pekatnya malam
Terus mengikuti perjalananku tanpa bisa ku hindari
Dan tanpa kuasa pula,
Kunikmati keindahan ini dari balik kaca bening bus yang menghantarku ke tujuan
Sepintas terbersit dalam benakku
Bahasa alam ini seakan-akan menggabarkan padaku
Apa yang selama ini kujalani
Hanya mampu kupandang keindahan bintang yang menggantung di langit jauh sana
Jauh sekali…..
hingga keniscayaan hanyalah kemustahilan bagiku
Namun untuk mengenyahkannya pun adalah kemustahilan
Karena langit sana seolah-oleh terus membuntuti ku kemanapun gerak langkah kuarahkan
Wuih….otakku ko lagi-lagi terjejali hal yang itu dan itu lagi
Udah donk please, forget it just for this short week
Pokoknya judulnya liburan, refreshing n lupain segala masalah buat sesaat
Meski sebenarnya masalah itu akan tetap ada disana
Karena masalah memang ada untuk dihadapi bukan untuk dihindari
I’ll use this valuable time as handy as I can to releasing me from this tough life
Eskapis banget ya kesannya tapi gak pa2 lah sekali-kali memanjakan diri untuk bisa menikmati suasana berbeda dalam hidup…
Kaya iklan Losta masta itu lho... Bikin hidup lebih hidup…..!!

Tuesday, February 08, 2005

START NEW BEGINNING…..

Mencoba hal baru tak selamanya meruntuhkan
Apa yang telah terbangun kokoh
Kadang justru jadi pelengkap dan penyempurna yang telah ada

I hope something that I’ve started with a good manner
Will run smoothly
Will never be end
Coz every ending is a new beginning


Ternyata memberi kesempatan pada kebahagiaan
Mengisi ruang kosong kehidupan
Tidaklah sesulit yang kubayangkan
Minimal takkan ku merana karna tak pernah mencoba


“Gagal, jatuh dan sakit”
Hanyalah konsekuensi normal dari setiap laku
Takkan kubiarkan mereka terus menghantui langkahku
Membelenggu jalanku
Tuk menggapai asa

Aku terlalu lelah tuk
terus menjadi pengecut
terus kalah sebelum genderang peperangan mengumandang
terus berjaga-jaga mempertanyakan setiap kemungkinan
terus tak menyadari hadirnnya impian…

I have only two choices this moment
Start it now…
Let it flow naturally through its true path
Let life mysteries play its role
Let God use his authority to decide every single possibility
Think that raise or fall is only rational things
Or
Don’t ever take a risk to begin
But then regret will rule my whole life…

wuih leganya.....

minggu-minggu penat telah terlewati sudah
assaignment human rights course yang dikejar deadline selesai juga akhirnya
meski terbebani tugas seneng juga sih soalnya bikin kita banyak belajar hal baru
sering-sering ada tugas kayak gini bisa cepet pintar kali ya....
so keep studying and never stop to learn as long as u live...

seneng banget....
kayaknya batu besar yang sudah seminggu ini menindih
sirna sudah....
tapi ternyata tugas lain sudah mulai menunggu disentuh
bodo ach....
liburan dulu menikmati hidup
jarang2 punya waktu luang nih... (duh yang sok sibuk)

Monday, February 07, 2005

INDONESIA HARUSKAH TERUS MENANGIS

Setiap kita mungkin saat ini harus didera syndrome baru “Disaster Phobia”, setelah rentetan bencana terjadi tanpa kuasa kita hindari karna tak ada pengumuman resmi dari Tuhan
Kalo hari ini, menit ini, detik ini, akan KAU anugrahkan bencana ini bagi kami

Gempa tsunami di Aceh yang dengan beringas dan lahapnya menyantap hidangan manusia dan segala kehidupannya, gempa di palu, gempa di bondowoso, gempa di garut, kebakaran di Riau, banjir musiman di Jakarta, Palembang, Kalimantan dan berbagai tempat lainnya, dan bahkan perkiraan badai dahsyat yang akan melanda Yogjakarta, tanpa sadar telah melambungkan popularitas BMG yang sebelumnya tampak dinafikan keberadaannya, kini dia bagaikan dewa penyelamat yang mampu menjadi cenayang tuk memprediksi apa yang kan terjadi.

Entah apa makna dari semua bencana ini, yang jelas setiap kita punya kuasa tuk memaknai semuanya sesuai dengan selera dan nalar kita
Ini semua takdir yang telah dinohtakan tuhan untuk kita
Ini semua tanda kemurkaan tuhan akan kelalaian dan keangkaraan kita
Ini semua ujian yang tuhan anugerahkan tuk menyeleksi mahkluk pilihanNya
Ini semua adalah kiamat shugra yang harus kita hadapi sebagai pengantar menuju kiamat yang sesungguhnya

Apakah Indonesia memang harus ditakdirkan tuk terus menangisi penderitaan yang tanpa henti, silih berganti terjadi?


Air mata dan ratap tangis tak sanggup mengubah yang seharusnya terjadi
Disaster phobia kini meraja lela dimana-mana
Adakah obat mujarab tuk menyembuhkannya
Dokter, orang pintar mana yang bisa meracik resep dan obatnya

semua asumsi dan pertanyaan yang meluap tanpa henti dari tiap benak kita akan terjawab dengan sendirinya seiring menguatnya keyakinan yang kita bangun.
Yamg siapa tau itu bisa menjadi pelajaran spiritual berharga bagi kita

Sepertinya ketakutan ini bermuara dari ketidaksiapan kita menyambut kematian, menyapa kesengsaraan dan merangkul penderitaan
Kita terlalu terbuai kenikmatan semu yang ditawarkan kehidupan semu ini
Benturkanlah diri kita pada kenyataan
kala raga tak lagi kuasa merangkul nyawa
Kekuatan apapun tak kan mampu mencegahnya

Saturday, February 05, 2005

HAPPINESS DOORS

When one door of happiness closes
Another opens
But we often look so long at the closed door
That we do not see
The one which has been opened for us
(Helen Keller)

Lama sekali rasanya harus kutunggu
Hingga keberanian ini hadir menjelma
Tuk coba buka pintu-pintu lain kebahagiaanku
Menyongsong hadirnya asa baru
Sebelum sesal tak lagi guna

Aku letih…..
Membiarkan harap memasungku
Tuk terus menanti kebahagiaan
Di pintu lama yang tlah rapat terkunci

Tapi jujur…..
Ku masih terlalu takut
Tuk menyongsong kebahagiaan baru
Yang masih buram membayang
Takut gagal kembali meruntuhkan sisa-sisa keberanian

Friday, February 04, 2005

CONTEMPLATION

Ketika alam tak lagi ramah
Ketika bumi tak lagi tersenyum menatap hari esok
Ketika gunung dan lautan terlalu liar tuk ditaklukan
Ketika awan tak henti mencurahkan kepedihan dan amarahnya

Apakah itu akhir dari segala kehidupan
Ataukah hanya pertunjukan yang KAU siapkan untuk manusia
Tuk kembali menuju singgasanaMu
Tuk tak henti hanya mengandalkanMu

Ketika air mata tak lagi kuasa membasuh luka dan dosa
Ketika tangis tak lagi berharga melebur angkara
Ketika ratap tak lagi menggetarkan kalbu

Apakah itu akhir dari perjalanan panjang hidup
Ataukah hanya mimik dan lakon yang terencana sempurna
Tuk menitipkan pesan seberharga berlian dan mutiara
Tuk menebar kebenaran di setiap lembar naskah kehidupan

Tuhan…….
Seribu ampun ku haturkan keharibaanMu
Tuk lupa dan khilaf yang kutorehkan
Tuk lena dalam buaian kenikmatan semu
Yang membawaku menjauhi Mu

Hanya Engkaulah tempat kembaliku
Meski kadang langkah ini mencoba menghindariMu

Tuhan……
Masihkah ada tempat tersisa untukku
Ketika ku berhasrat meraih peraduan singgasanaMu
Masih pantaskah aku merangkul anugerahMu
Ketika ku terdampar di tengah lembah kegelapan

Semua pertanyaan itu terngiang mengusik
Tiap ruang kosong hati dan jiwa
Setiap kita kuasa menjawab sesuai dengan keinginan dan nurani


Thursday, February 03, 2005

EPISODE KEMATIAN…….

Ditengah terik sang surya membakar bumi
Yang bagai bara api siap melahap dan melelehkan semua yang ada
Sesosok tubuh seorang pria tiba-tiba terkapar kejang
Tepat di depan mataku
Takut, Panik n bingung harus berbuat apa bercampur satu
Tubuhnya yang tampak rapuh kejang kesakitan meregang nyawa
Matanya menatap kosong tak berdaya

Oh Tuhan………….
Inikah saat yang akan setiap manusia lewati
Tapi harus seperti ini kah cara pergi kembali keharibaanMU
Terkapar di jalanan tanpa seorang pun mengenali…?

Sesaat ketika sadar mencoba kembali
Kulihat sosok lain diantara batas hayal dan nyata
Menatap tajam menusuk kalbu namun penuh arti
Menuturkan untaian kata penuh makna
Yang hanya menyisakan kebisuan meraja

Ini bukan saatnya ku jemput dia
Ini hanyalah drama kehidupan yang dilakonkan khusus bagimu

Tuk menawarkan sepenggal episode kehidupan
Bahwa mati pun tak semudah
Digembor-gemborkan pengecut yang enggan hidup
Namun tak jua cukup berani menantang maut

Tuk membangunkan kesadaranmu
Betapa hidup begitu berharga
Saat harap tak lagi mujarab
Saat hanya keajaiban jadi penentu

Tuk menyemangatimu…
Menantang rintangan yang harus dihadapi
Melanjutkan perjuangan yang harus dimenangkan
Menyibak tabir rahasia yang harus digaliMemaksimalkan anugrah yang harus digunakan

Wednesday, February 02, 2005

BREATHING……

Takkan sanggup kuhitung semua bintang yang menghiasi langit malam
Takkan bisa kudaki semua gunung yang menjulang menantang langit
Dan bahkan takkan dapat ku berenang di semua lautan yang terbentang membelah bumi
Tapi…….
Ketiadaan hanyalah kemustahilan
Tak ada satupun yang dapat menggantikan apa yang telah kulewatkan

Ku kan tetap bernafas
Meski harus jauh dari mu
Dan meski setiap detik yang kulalui
bagaikan ribuan menit tanpamu

Ku kan tetap bernafas
tuk terus membiarkan cinta ini tumbuh
karena ku yakin
suatu hari nanti hidup akan membawaku bertahta disisimu

bagaikan utara yang butuh selatan
bagaikan angin yang sangat bergantung pada awan
tuk semua alasan kehidupan
ku kan selalu membutuhkanmu
tuk merubah segala kesalahan menjadi kebenaran sejati
tuk mengembalikanku ke singgasana yang seharusnya ku berada
(Anggun-Terjemahan bebas)

Tuesday, February 01, 2005

NAIK KELAS….??

“Tak ringan untuk ditanggung
Tidak cukup rapih untuk disimpan
Namun juga tidak selalu indah untuk diungkapkan
Kecuali untuk melankoli hati dan kesunyian malam”

Hanya orang yang bodoh yang tidak mampu memahami kata2 itu. Tapi kadang terlintas dalam benakku , apakah aku yang terlalu bodoh untuk memaknai sendiri semuanya….
Hai…kawan apa menurutmu makna yang tersimpan di balik kata2 itu..??
“CINTA”
Ya memang maknanya cinta ko, bukan salahku yang mengartikannya sebegitu jauh
Karena semua pun sepakat maknanya adalah cinta….

Romantis memang kata2nya, penuh makna tersirat dibelakangnya…
Tapi sayang dibalik kata2 itu juga tersimpan ketidak percayaan diri sang penulisnya…
Yang membuat aku pun enggan menganggapnya serius…
(Hey jangan bohong lagi….kau tau maknanya seserius isinya, tapi kau berpura-pura telalu lugu untuk tidak memahaminya…)
Ok. Ku akui semua maksud dibalik itu sangat kupahami dan sempat menggetarkan pertahanan yang selama ini sudah terbangun
Tapi lagi2 aku begitu takut untuk menghadapinya dengan dewasa dan terbuka
aku lebih memilih berpura2 bodoh dan menghindar dari semuanya sebelum terlambat
Dan berakhir pada satu titik akhir yang selalu ingin ku hindari

“mau naik kelas gak…?” tegur sahabatku. Permasalahan yang sama selalu kuakhiri dengan ending yang sama selama ini.
“Kalo emang mau naik kelas coba dech akhiri dengan sesuatu yang berbeda dari yang sebelum2nya, ujian yang kau terima untuk bisa setingkat lebih tinggi pasti akan sama karena hal ini selalu gagal terlewati dengan sukses ini bagai key pass bagimu” kata2nya ini selalu memotivasiku untuk bisa menghadapi ini
Tapi kenapa alam bawah sadarku selalu membawaku kembali kearah yang biasa ku tempuh

Tuhanku…… beritahu kini
Kemanakah harus ku pergi…
Ke muara menyongsong laut biru
ataukah melawan arus menuju hulu…..
berat dan melelahkan rasanya harus melawan arus….
Tapi sungguh sulit pula ku hadapkan arahku menuju indah dan luasnya laut biru….



it's my picture.... Posted by Hello