Monday, April 11, 2005

uhhh.......

Tunjukanlah padaku

Apakah gerangan warna yang memburat dalam benak dan hatimu saat ini…?

Hitam, putih, abu-abu, atau hanya ada buram…?

Seburam hubungan kita saat ini…?

Begitu tipisnyakah arti persahabatan ini bagimu….?

Aku terjebak dalam scenariomu

Membuatku berkelana dalam lembah imaginasi dan prasangkamu

Mengombang ambingkan perasaanku dalam berjuta rasa bersalah

Bersalah telah menjadi pelakon antagonis dalam drama cintamu

Bersalah tuk sesuatu yang tak pernah kulakukan

Yang hanya ada dalam lautan emosimu

Sampai kapan ini berlalu…?

Sampai semua hayalmu jadi realita…?

Atau sampai kebencian menghantui kita…?

Aku harus bagaimana….?

Tuk membuatmu kembali tersenyum

Walaupun senyum itu bukan untukku

Perih…..

Sakit….

Saat hanya dingin dan beku

Yang kau sodorkan padaku

Tapi jikalau dengan membenci dan menjauh dariku

Adalah kebahagiaan terbesar bagimu………

That’s fine…..

Aku sadar bahwa aku hanyalah sebuah balon

Yang bisa kau lepas kapanpun kau mau

Tapi mungkin saja balon ini takkan terbang menjauh darimu

Kembali padamu karena tak ada lagi gas yang mampu menerbangkannya

Namun balon ini tak lagi setegar saat kau lepaskan

Penuh lubang disana sini

Membuatnya melayang pasrah tertarik gavitasi

Sahabat….

Maafkan aku tuk selalu menorehkan luka dihatimu….

Tuk selalu menjadi pemicu rasa cemburumu….

Dia memang begitu berarti bagimu….

Tapi tidakkah aku berarti bagimu

Sebagaimana kau berarti untukku

Sahabat, Terimakasih…..

Tuk menjadi tempat bersandar saat bimbang merajaiku

Tuk menjadi tempat berkeluh kesah

Tuk menjadi pendengar setia saat tangis tak lagi terbendung

0 Comments:

Post a Comment

<< Home